Cuaca ekstrem yang melandaĀ BaliĀ pada Minggu 14 Desember 2025 kemarin, berdampak terhadap penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.Ā
Adapun data yang dihimpun TribunĀ Bali, penerbangan terdampak cuaca buruk kemarin mencapai 12 penerbangan baik yang akan mendarat maupun berangkat harus melakukan go around atau batal mendarat, divert atau pengalihan mendarat, Return To Base (RTB) balik ke bandara asal dan holding (ditunda keberangkatannya).
Untuk yang go around terdapat enam penerbangan di antaranya TransNusa rute Guangzhou ā Denpasar, Jetstar rute Adelaide ā Denpasar, Wings Air rute Lombok ā Denpasar, Garuda Indonesia rute Melbourne ā Denpasar, Jetstar rute Sydney ā Denpasar dan Lion Air rute Makassar ā Denpasar.
āSehubungan dengan kondisi cuaca yang kurang mendukung di wilayah udara sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai kemarin, sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan operasional serta pengalihan,ā ujar Communication & Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, Senin 15 Desember 2025.
Sementara itu, yang mengalami pengalihan pendaratan satu penerbangan Lion Air rute Jakarta (CGK) ā Denpasar melakukan pengalihan pendaratan ke Surabaya.
Untuk RTB, satu penerbangan yakni Wings Air rute Lombok ā Denpasar melakukan Return to Base (kembali ke Lombok).
Untuk keberangkatan melakukan holding terdapat 4 penerbangan. Di antaranya China Southern Airlines rute Denpasar ā Guangzhou, TransNusa rute Denpasar ā Perth, Cebu Pacific rute Denpasar ā Manila dan TransNusa rute Denpasar ā Jakarta (CGK).
āKami bersama seluruh stakeholder terkait terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan. Keselamatan dan keamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama,ā kata Eka Sandi.
Bagi para pengguna jasa bandara untuk terus memantau informasi penerbangan melalui maskapai yang akan digunakan serta mengikuti arahan petugas di bandara.













